oleh : Tyson (kontributor, mahasiswa sejarah UI 2007)
Dari Kaum Muda untuk Indonesia (Tulisan ini dibuat tahun 2007)
Kelangkaan figur seorang negarawan sejati di Indonesia amat kita sesali mengingat betapa pentingnya kepemimpinan yang baik dalam menghadapi tantangan global di masa yang akan datang. Jika masalah tersebut tidak juga bisa diatasi, bukan tidak mungkin di masa yang akan datang negara kita akan semakin terseok-seok dan terus bergantung kepada negara lain. Akibat kepemimpinan yang kurang baik itu contoh nyatanya adalah masalah korupsi yang belum juga dapat diatasi bahkan mungkin justru korupsi mendarah daging di dalam sikap para pemimpin kita.
Memang benar bahwa siapapun yang mengelola Negara ini nyaris mustahil dapat sepenuhnya mengatasi masalah tersebut, namun setidaknya masyarakat masih berharap adanya tanda-tanda dan harapan akan adanya perubahan ke arah yang lebih baik, ke arah perbaikan hidup dan kesejahteraan.
Ironis memang pemerintahan sekarang tidak henti –hentinya disibukkan dengan penanganan bencana alam, konflik-konflik sosial, bahkan kasus Lumpur Lapindo yang tampaknya belum juga terpecahakan (meskipun ada indikasi bahwa kasus ini berusaha ditutupi). Hal seperti ini semakin merusak konsentrasi pembangunan bangsa. Bahkan yang lebih menyedihkan, semakin hari, di era reformasi ini justru rakyat menjadi semakin menderita dan semakin tenggelam dalam jurang kemiskinan.
Pembangunan karakter dan moral menjadi hal yang sangat penting karena untuk mencetak seorang calon pemimpin yang baik tidak hanya membutuhkan nilai-nilai yang baik di sekolah atau kampus melainkan juga perlu adanya karakter yang baik dalam diri manusianya. Ini adalah suatu upaya membentuk sumber daya manusia yang baik. Perlu kita sadari, para pejabat yang korup tentu bukan orang yang bodoh melainkan orang yang tidak menggunakan hatinya.
Masalah birokrasi tampaknya juga merupakan suatu masalah yang disebabkan oleh kepemimpinan yang kurang baik. Pada saat kita terlena berpuas diri, negara-negara lain justru berlomba untuk menjadi Negara tujuan investasi nomor wahid. Mereka terus berbenah dan bersolek untuk memperebutkan pengaruhnya. Untuk merebut investasi itu mereka bahkan menghalalkan segala cara. Sedangkan dari tahun ke tahun dan dari rezim pemerintahan yang satu ke rezim yang lain, kita terus terjebak dalam persoalan klasik problem investasi yang sama. Birokrasi berbelit-belit semakin menmbah panjang keluhan para investor.
Saat ini generasi muda Indonesia memiliki prestasi yang baik di kompetisi internasional dalam bidang-bidang seperti fisika, biologi, matematika dan ilmu-ilmu lain. Hal itu menunjukkan bahwa bangsa Indonesia mempunyai generasi yang unggul, yang bisa diandalkan dalam membangun bangsa. Yang perlu kita lakukan bersama adalah menumbuhkan rasa cinta tanah air dan nasionalisme yang tinggi sehingga keunggulan tersebut bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk membangun negaranya. Mungkin sudah saatnya kaum muda Indonesia diberi kesempatan untuk ikut ambil bagian lebih besar dalam kehidupan kebangsaan Indonesia sehingga pemerintahan bergairah dan siap menyongsong Indonesia baru yang lebih baik.
Mengenai Kami
- Sejarah Merah UI
- Sejarah Merah adalah sekelompok mahasiswa sejarah UI yang resah terhadap pahit getir dan remuk-redamnya negeri dan bangsa ini. Melalui pembangunan kesadaran sejarah yang kuat pada individunya, Sejarah Merah UI bermaksud membuat negeri ini menjadi suatu tempat yang layak untuk ditinggali oleh manusia. Bagaimana caranya? Membuat diri sendiri merasa nyaman dan kerasan hidup di negeri ini dengan berbagai macam acara seperti studi, diskusi, aksi, musik, nonton film, olahraga, dan naik gunung. Lihat tulisan-tulisan kami lainnya di sejarahmerahui.blogs.friendster.com. Silakan kirim saran dan kritik anda terhadap tulisan kami ke sejarahmerahui2@yahoo.co.id atau sejarahmerahui@gmail.com. Terima Kasih.
Rabu, 11 Juni 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar